MACAM-
MACAM STRATEGI INOVASI PENDIDIKAN
Sebelum kita membahas tentang macam-macam strategi inovasi
pendidikan, alangkah baiknya kita mengetahui terlegih dahulu apa itu inovasi?
Dan apa itu Pendidikan.
A.
Inovasi dan Pendidikan
1.
Inovasi
Inovasi (Innovation)
ialah suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai
suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), naik itu
berupa hasil invention maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan
tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu.[1]
2.
Pendidikan
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa, dan negara.[2]
Dapat di simpulkan bahwa inovasi pendidikan adalah suatu perubahan
yang baru, dan kualitatif berbeda dari hal (yang ada sebelumnya), serta sengaja
di usahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam
pendidikan.[3]
Tujuan dari inovasi itu sendiri ialah efisiensi dan efektivitas, mengenai
sasaran jumlah anak didik sebanyak-banyaknya dengan dengan hasil pendidikan
yang sebesar-besarnya (menurut criteria kebutuhan anak didik, masyarakat, dan
pembangunan) dengan menggunakan sumber tenaga, uang, alat, dan waktu dalam
jumlah sekecil-kecilnya.[4]
B.
Strategi Inovasi Pendidikan
Macam-macam
strategi inovasi pendidikan yang di kemukakan Udin syaefudin Sa’ud,
diantaranya:
1.
Strategi
Fasilitatif (Facilitative Strategies)
Pelaksanaan
program perubahan social dengan menggunakan strategi fasilitatif artinya untuk
mencapai tujuan perubahan social yang telah ditentukan, diutamakan penyediaan
fasilitas dengan maksud agar program perubahan social akan berjalan dengan
mudah dan lancar.[5]
2.
Strategi
Pendidikan (re-education Strategies)
Pendidikan
juga dipakai sebagai strategi untuk mencapai tujuan perubahan social. Dengan
menggunakan strategi pendidikan berarti untuk mengadakan perubahan social
dengan cara menyampaikan fakta dengan maksud orang akan menggunakan fakta atau
informasi itu untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan. Dengan dasar
pemikiran bahwa manusia akan mampu untuk membedakan fakta serta memilihnya guna
mengatur tingkah lakunya apabila fakta kitu ditunjukan kepadanya.[6]
3.
Strategi
Bujukan (Persuasive Strategies)
Program
perubahan social dengan menggunakan strategi bujukan, artinya untuk mencapai
tujuan perubahan social dengan cara membujuk (merayu) agar sasaran perubahan
(klien), mau mengikuti perubahan social yang direncanakan.[7]
4.
Strategi
Paksaan (Power Strategies)
Pelaksanaan
program perubahan social dengan menggunakan strategi paksaan, artinya dengan
cara memaksa klien (sasaran perubahan) untuk mencapai tujuan perubahan. Apa
yang dipaksa merupakan bentuk dari hasil target yang diharapkan.[8]
[1] Udin Syaefudin Sa’ud, Inovasi Pendidikan,
(Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 3
[2] Sebagaimana di
kutip dari Undang-Undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, (Bandung: Citra Umbara, 2009). hlm. 60
[3] Udin Syaefudin
Sa’ud, Inovasi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 6
[4] Ibid, hlm. 8
[5] Ibid, hlm. 63
[6] Ibid, hlm. 65
[7] Ibid, hlm. 67
[8] Ibid, hlm. 68
Tidak ada komentar:
Posting Komentar