Senin, 10 Oktober 2016

MACAM- MACAM STRATEGI INOVASI PENDIDIKAN

MACAM- MACAM STRATEGI INOVASI PENDIDIKAN

Sebelum kita membahas tentang macam-macam strategi inovasi pendidikan, alangkah baiknya kita mengetahui terlegih dahulu apa itu inovasi? Dan apa itu Pendidikan.

A.    Inovasi dan Pendidikan
1.      Inovasi
Inovasi (Innovation) ialah suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), naik itu berupa hasil invention maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu.[1]

2.      Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.[2]

Dapat di simpulkan bahwa inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru, dan kualitatif berbeda dari hal (yang ada sebelumnya), serta sengaja di usahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.[3] Tujuan dari inovasi itu sendiri ialah efisiensi dan efektivitas, mengenai sasaran jumlah anak didik sebanyak-banyaknya dengan dengan hasil pendidikan yang sebesar-besarnya (menurut criteria kebutuhan anak didik, masyarakat, dan pembangunan) dengan menggunakan sumber tenaga, uang, alat, dan waktu dalam jumlah sekecil-kecilnya.[4]


B.     Strategi Inovasi Pendidikan
Macam-macam strategi inovasi pendidikan yang di kemukakan Udin syaefudin Sa’ud, diantaranya:
1.      Strategi Fasilitatif (Facilitative Strategies)
Pelaksanaan program perubahan social dengan menggunakan strategi fasilitatif artinya untuk mencapai tujuan perubahan social yang telah ditentukan, diutamakan penyediaan fasilitas dengan maksud agar program perubahan social akan berjalan dengan mudah dan lancar.[5]

2.      Strategi Pendidikan (re-education Strategies)
Pendidikan juga dipakai sebagai strategi untuk mencapai tujuan perubahan social. Dengan menggunakan strategi pendidikan berarti untuk mengadakan perubahan social dengan cara menyampaikan fakta dengan maksud orang akan menggunakan fakta atau informasi itu untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan. Dengan dasar pemikiran bahwa manusia akan mampu untuk membedakan fakta serta memilihnya guna mengatur tingkah lakunya apabila fakta kitu ditunjukan kepadanya.[6]

3.      Strategi Bujukan (Persuasive Strategies)
Program perubahan social dengan menggunakan strategi bujukan, artinya untuk mencapai tujuan perubahan social dengan cara membujuk (merayu) agar sasaran perubahan (klien), mau mengikuti perubahan social yang direncanakan.[7]

4.      Strategi Paksaan (Power Strategies)
Pelaksanaan program perubahan social dengan menggunakan strategi paksaan, artinya dengan cara memaksa klien (sasaran perubahan) untuk mencapai tujuan perubahan. Apa yang dipaksa merupakan bentuk dari hasil target yang diharapkan.[8]



[1]  Udin Syaefudin Sa’ud, Inovasi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 3
[2] Sebagaimana di kutip dari Undang-Undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Bandung: Citra Umbara, 2009). hlm. 60
[3] Udin Syaefudin Sa’ud, Inovasi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 6
[4] Ibid, hlm. 8
[5] Ibid, hlm. 63
[6] Ibid, hlm. 65
[7] Ibid, hlm. 67
[8] Ibid, hlm. 68

Tidak ada komentar:

Posting Komentar